Selasa, 01 November 2016

Tugas ke 2 Pengantar Bisnis Informatika


MK: Peng Bisnis informatika
52413113/ Dede Utomo / 4ia23
Materi Tugas : SDM dan Tanggung Jawab sosial
Dosen : Rina Noviana
Tugas ke : 2

1. Perencanaan dan perekrutan Tenaga kerja






Sebagai seorang profesional SDM, maka sangan penting untuk menentukan siapa yang akan diopekerjakan, harus sesuai  serta kompeten dengan posisi yang dibutuhkan. Perencanaan personalia adalah langkah pertama dalam proses perekrutan seleksi. Serangkaian proses yang dilakukan dalam perekrutan karyawan diantaranya:
  1. Menentukan posisi yang akan direncanakan dan memprediksi personel
  2. Mencari calon karyawan untuk pekerjaan yang diinginkan dengan merekrut calon internal atau eksternal
  3. Meminta pelamar untuk mengisi formulir aplikasi dan mengikuti wawancara penyaringan awal
  4. Menggunakan tehnis seleksi seperti ujian, pemeriksaan latar belakang, dan ujian untuk mendapatkan calon karyawan yang mampu bertahan
  5. Menentukan kepada siapa tawaran itu diberikan, dengan meminta penyelia dan yang lain dalam tim untuk mewaeancarai yang bertahan.



Merencanakan dan Memprediksi Pekerjaan
Adalah proses menentukan posisi yang akan diisi dalam perusahaan, dan bagaimana mengisisnya. Mencakup semua posisi yang harus diisi dimasa depan, dari petugas pemeliharaan hingga CEO. Namun kebanyakan perusahaaan menmenggunakan proses yang mengacu pada bagaimana eksekutif yang penting bagi perusahaan. Ini adalah bagian integral dari strtegi perusahaan dan proses perencanaan SDM.

Memprediksi Kebutuhan Personel
Pendekatan perencanaan personel paling umum menggunakan tehnik sederhana seperti analisis ratio, atau analisis tren untuk memperkirakan kebutuhan staf berdasar proyeksi penjualan dan catatan sejarah penjualan tehadap kaitanya penjualan personel. Sedangkan proses umum diantaranya memprediksi pendapatan, kemudian memperkirakan ukuran staf yang dibutuhkan untuk mencapai volume pendapatan yang diharapkan. Tehnik yang digunakan diantaranya:

1. Analisis tren


Mempelajari variasi dalam level pekerjaan perusahaan dalam beberapa tahun terahir untuk memprediksi kebutuhan masa depan. Analisis ini dapat memberikan informasi perkiraan awal, tetapi level pekerjaan jarang hanya bergantung pada ukuran waktu. Faktor lain : perubahan produktivitas dan volume hasil penjualan.

2. Analisis ratio
Berarti membuat prediksi berdasarkan ratio.seperti faktor penyebab dan jumlah karyawan yang dibutuhkan.

3. Scatter plot (gambar)
Memperlihatkan secara grafis bagaimana dua variabel seperti ukuran bisnis dan level penyusunan staf perusahaan itu berhubungan. Secara sederhana ada beberapa permasalahan dalam pendekatan ini, diantaranya:
  1. Mereka fokus secara eksklusif pada proyeksi volume penjualan dan hubungan sejarah penjualan/personel, dan secar umum mengasumsikan bahwa struktur dan aktivitas perusahaan saat ini akan terus berlanjut dalam perusahaan.
  2. Mereka umumnya tidak mempertimbangkan dampak inisiatif strategis perusahaan yang mungkin terjadi pada level penyusunan staf dimasa depan.
  3. Mereka cenderung mendukung secar kompensasi yang sudah ketinggalan zaman, yang memberi penghargaan pada manajer untuk pengelolaan staf yang makin besar, dan tidak akan mendapati manajer yang meneruskan upaya memperluas staf mereka tanpa memandang kebutuhan strategis perusahaan.
  4. Mereka cenderung “mematangkan” ide yang tidak produktif bahwa meningkatkan jumlah staf adalah hal yang tidak bisa dihindari.
  5. Mereka cenderung untuk memvalidasi dan menginstitusionalkan proses perencanaan yang ada dan cara melakukanya, bahkan dalam menghadapi perubahan yang cepat.
  6. Menggunakan komputer untuk meramalkan kebutuhan personel


Dengan program ini pengusaha dapat dengan cepat dan mudah untuk menerjemahkan produktivitas yang diproyeksikan dan level penjualan kedalam ramalan kebutuhan personel, serta memperkirakan efek dari beragam produktivitas dan asumsi level penjualan atas kebutuhan personel. Apapun metode yang digunakan, managerial judgment akan berperan penting mengingat perubahan dimasa depen.

Meramalkan pasokan tenaga kerja dari dalam
Tugas utamanya disini adalah menentukan karyawan saat ini mana yang memenuhi syarat untuk lowongan yang diproyeksikan. Untuk itu harus mengetahui beberapa keterampilan karyawan sebagai kualifikasi mereka saat ini.

Sistem manual dan bagan pengganti

Para manajer menggunakan beberapa perangkat manual sederhana untuk menelusuri kualifikasi karyawan. Persediaan personel dan catatan perkembangan menyusun informasi kualifikasi atas setiap karyawan.
  1. Sistem informasi terkomputerisasi
  2. Perusahaan menelusuri kualifikasi dengan informasi terkomputerisasi yang ada dalam berbagai sofware. Mencakup informasi latar belakang karyawan, pengalaman, dan keterampilan dalam menggunakan internet perusahaan.
  3. Maslah privasi
  4. Beberapa alasan yang menguatkan pentingnya pengamanan data dalam bank personel perusahaan diantaranya : seperti banyak informasi karyawan dalam bank data, akses internet yang makin memudahkan mengakses data ini, undang undang yang memberikan hak hukum kepada karyawan mengenai siapa yang memiliki akses kepada informasi tentang sejarah kerja dan prestasi pekerjaan mereka.



Meramalkan pasokan dari luar
Bila tidak memiliki kandidat yang cukup dari internal, maka yang diantisipasi adalah mempersiapkan dan fokus dikarenakan ketersediaan kandidat dari luar. Dalam taraf pengangguran rendah, biasanya makin sulit untuk merekrut karyawan. Rencana ini juga harus meramalkan ketersediaan kandidat yang potensial dalam pekerjaan yang spesisifik.

Perekrutan yang efektif
Dalam mengasumsikan perusahaan mengotorisasikan untuk mengisi sebuah posisi, langkah berikutnya adalah mengembangkan sejumlah pelamar. Makin banyak pelamar yang didapatkan, maka akan semakin selektif dalam mempekerjakanya. Perkrutan yang efektif semakin penting karena beberapa alasan diantaranya:
1.      terjadi perubahan yang dramatis sehingga terjadi kekurangan pasokan tenaga kerja
2.      Beberapa metode perekrutan yang baik tergantung pada jenis pekerjaan dan yang menjadi sumbernya
3.      Keberhasilan rekrutmen bergantung pada luasan area masalah dan kebijakan non rekrutmen SDM

Mengorganisasikan fungsi perekrutan
Perusahaan besar harus memutuskan perekrutan karyawan secara keseluruhan. Apakah akan dilaksanakan dikantor pusat atau didesentralisasikan kebernagai kantor perusahaan. Keuntungan sentralisasi fungsi perekrutan adalah memudahkan untuk mengaplikasikan prioritas strategis perusahaan secara keseluruhan. Melakukan perekrutan secara terpusat juga mempunyai keuntungan diantaranya memudahkan meyebarluaskan biaya dari tehnologi baru (berbasis informasi internet) pada lebih banyak departemen, membentuk tim ahli perekrutan, dan memudahkan untuk mengidentifikasi mengapa perekrutan yang dilakukan berjalan dengan baik. Metode ini juga menghasilkan kesesuaian/sinergi. Dalam konteks ini kerjasama lini dan staf sangatlah penting.

Mengukur efektivitas perekrutan
Perusahaan skala kecilpun menghabiskan biaya yang banyak untuk merekrut karyawan, dalam hal ini pengusaha harus menyeleksi calon karyawan yang berkualitas, tidak hanya pelamar. Car yang lugas untuk melakukanya adalah dengan menilai pelamar melalui berbagai sumber, menggunakan perangkat seleksi prepenyaringan. Beberapa pengusaha menggunakan piramida hasil perekrutan untuk menghitung jumlah pelamar yang harus mereka hasilkan untuk mempekerjakan jumlah karyawan baru yang dibutuhkan.

Sumber Kandidat daridalam
Perekrutan mungkin dapat mengingatkan kita tentang agen pekerjaan dan iklan khusus, tetapi karyawan yang telah ada saat ini sering merupakan sumber kandidat yang terbaik. Mengisi posisi yang kosong dengan kandidat dari dalam memiliki keuntungan. Diantaranya sebenarnya tidak ada pengganti untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan seorang kandidat, mungkin juga kandidat dari dalam lebih berkomitmen terhadap perusahaan, semangat juang muncul ketika ada promosi sebagai penghargaan kesetiaan dan kompetensi, membutuhkan sedikit orientasi dan pelatihan. Meski demikian, ada juga kekuranganya. Diantaranya, banyak karyawan pelamar yang gagal menjadi tidak puas, sehingga dibutuhkan pendekatan untuk menyampaikan alasan kenapa mereka gagal.
1. Menemukan kandidat internal
Untuk menjadi efektif, promosi dari dalam membutuhkan penggunaan publikasi pekerjaan, catatan personel, dan data bank keterampilan. Publikasi pekerjaan berarti mempublikasikan pekerjaan yang kosong kepada karyawan dan menyebut atribut pekerjaan itu, seperti kualifikasi, penyelia, jadwal kerja, dan taraf penggajian.

2. Mempekerjakan kembali karyawan
Mempunyai keuntungan karena telah mengenal budaya, gaya, dan cara perusahaan melakukan banyak hal. Disisi lain karyawan yang telah keluar mungkin kembali dengan sikap yang kurang posistif. Untuk itu mungin bisa diantisipasi dengan memberikan semacam indikasi bonus atau penghormatan ketika mereka dikeluarkan dari perusahaan. Hal itu bisa memberi nilai yang positif karena karyawan yang keluar tersebut bisa memanfaatkan waktu untuk refresing, dan penyegaran.

3. Perencanaan penggantian
Meramalkan ketersediaan kandidat eksekutif dari dalam adalah sangat penting dalam perencanaan penggantian. Proses memastikan pasokan pengganti yang cocok untuk pekerjaan senior atau pekerjaan kunci pada saat ini dan saat yang akan datang. Biasanya meliputi tiga tahap, mengidentifikasi dan menganalisis pekerjaan kunci, menciptakan dan menilai calon karyawan, dan menyeleksi mereka yang akan mengisi posisi tersebut.



Sumber Kandidat Dari luar
Persahaan tidak selalu mendapatkan semua karyawan yang mereka butuhkan dari staf yang ada saat ini, dan terkadang juga mereka tidak ingin seperti itu. Berikut sumber sumber yang dibutuhkan perusahaan untuk mendapatkan kandidat dari luar.

1. Periklanan
Semua orang telah mengenal iklan lowongan pekerjaan, agar berhasil maka pengusaha harus menekankan pada:

2. Media
Media terbaik adalah koran lokal atau internet, tergantung dengan posisi yang dibutuhkan. Tehnologi memungkinkan perusahaan lebih kreatif lagi dalam memasang iklan bagi pelamar.

3. Membuat iklan
Pembuat iklan yang berpengalaman menggunakan teori yang disebut AIDA (Attention/Perhatian, Interest/minat, Desire/keinginan, Action/tindakan) untuk mengembangkan iklan. Perluasan dan kapitalisasi pada persetujuan komunikasi akan membuktikan metode ekonomis dan sangat efektif untuk meningkatkan investasi.

4. Agen agen pekerjaan
Dalam setiap negara memiliki agen perusahaan, ada tiga jenis agen perusahaan, diantaranya:

Agensi publik dan non profit
Agen pelayanan pekerjaan ini dijalankan oleh publik dan negara. Menyediakan informasi lowongan pekerjaan yang ada dari setiap daerah. Ada juga agen kesejahteraan publik yang berusaha membantu anggotanya mendapatkan pekerjaan.
1.      Agensi swasta
Sumber penting personel klerikal kerah putih dan manajerial. Menggunakan upah untuk setiap pelamar yang mereka tempatkan dan biasanya pengusaha yang membayarkanya.

Banyak yang beralih ke agensi karena:
  1. Departemen tidak memiliki departeman SDM dan tidak mampu melakukan penyaringan dan perekrutan
  2.  Perusahaan anda dimasa lalu mengalami kesulitan untuk menarik pelamar yang memenuhi syarat
  3. Anda harus mengisi lowongan tertentu secara cepat
  4. Dirasakan ada kebutuhan untuk menarik sejumlah pelamar minoritas atau wanita
  5. Anda ingin merekrut orang orang yang saat ini telah bekerja, yang mungkin merasa lebih nyaman berhadapan dengan agensi daripada dengan perusahaan
  6. Anda ingin memotong waktu yang anda berikan untuk wawancara


Meski demikian agensi bukanlah obat mujarab karena ada pengujian yang tidak tepat yang dilakukan oleh agensi tersebut, untuk menghindarinya;
  1. Berikan gambaran yang dibutuhkan secara akurat dan lengkap
  2. Ujian aplikasi kosong dan wawancara harus merupakan bagian dari proses seleksi agen
  3. Secara periodik meninjau data calon karyawan yang diterima atau ditolak oleh perusahaan anda dan oleh agensi.
  4. Menyeleksi dengan agen tersebut, atau berbicara kepada manajer SDM perusahaan yang lain untuk mengetahui agen mana yang paling efektif dan  sesuai yang diinginkan.




Organisasi temporer dan penyusunan staff
Pengusaha sering menambahkan tenaga kerja permanen mereka dengan mempekerjakan pekerja borongan atau temporer (paruh waktu) karena mempunyai keuntungan biaya yang lebih  murah untuk proses pengupahanya.

Dalam survey ada 6 hal yang perlu dijadikan perhatian dalam merekrut karyawan temporer berdasar pendapat pekerja:
  •  Mereka diperlakukan tidak manusiawi, tidak pribadi, dan tidak dihargai oleh pengusaha.
  • Tidak aman tentang pekerjaan dan pesimis akan mas depan
  •  Khawatir tentang kekurangan asuransi dan pembayaran pensiun
  • Rancu dalam penugasan pekerjaan
  • Pengangguran terselubung
  • Secara umum marah pada dunia korporasi dan nilai nilainya


Ahirnya saat bekerja dengan agensi temporer pastikan kebijakan dan prosedur dasar berada ditempatnya, termasuk:Pembuatan faktur
  • Kartu absen
  • Kebijakan temporer menjadi permanen
  • Perekrutan dan keuntungan untuk karyawan temporer
  • Aturan berpakaian
  •  Pernyataan kesempatan kerja yang sama
  • Informasi deskripsi pekerjaan





2. Menentukan Sebuah Bisnis
Di era yang serba berkembang seperti sekarang, banyak sekali ide-ide bisnis kreatif dan inovatif yang bermunculan. Biasanya ide bisnis kreatif muncul dari mahasiswa-mahasiswa kreatif yang memiliki keinginan tinggi untuk maju dan membantu sesama.




1. Pertama kalinya
Ciptakanlah sebuah produk atau jasa yang belum ada. Ini memang agak susah untuk didapat, namun bukan berarti tidak bisa. Biasanya bisnis seperti ini suatu saat akan menjadi sebuah kerajaan bisnis yang besar. Salah satu contohnya adalah perusahaan air minum Aqua yang pertama kalinya menjual air putih tanpa rasa di Indonesia.

2. Berbeda
Jika anda tidak bisa menciptakan sebuah bisnis yang pertama kalinya, jadilah yang berbeda. Steve Jobs menciptakan sebuah ipod. Bukan berarti ipod merupakan yang pertama. Sebelumnya sudah ada mp3 device lainnya seperti Walkman (Sony) dan Discman. Steve Jobs berhasil membuatnya berbeda hingga berhasil merajai pasar mp3 device.

3. Yang terbaik
Ini yang paling terakhir. Jika anda tidak bisa menciptakan sebuah bisnis yang pertama dan berbeda, maka buatlah bisnis yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik tidaklah sulit. Anda tidak harus berpusing-pusing lagi mencari ide kreatif. Anda tinggal meningkatkan kualitas yang sudah ada. Misalnya anda membuka sebuah bisnis franchise yang cabangnya sudah ada dimana-mana, sudah pasti bisnis anda bukan yang pertama dan bukan yang berbeda, namun anda dapat membuatnya menjadi yang terbaik, misalnya dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik.

Itulah 3 alasan kenapa sebuah bisnis dapat dibilang kreatif. Namun jika anda adalah orang yang sangat tidak kreatif, anda tidak perlu berkecil hati. Mungkin ada banyak orang yang beranggapan bahwa sebuah kreativitas itu terbentuk dari bakatnya sejak lahir, atau pengaruh dari IQ seseorang. Saya tidak tahu pasti bagaimana kreatifitas itu bisa muncul, namun yang saya tahu kreatifitas itu dapat ditingkatkan.

Tips Meningkatkan Kreatifitas Untuk Mendapatkan Sebuah Ide Bisnis Kreatif

1. Miliki karakter ingin selalu berbuat baik
Jika anda sudah memiliki karakter ini, otomatis anda akan selalu berfikir, “bagaimana ya membuat hal itu menjadi lebih baik”, “bagaimana ya membuat hal itu menjadi lebih bermanfaat”.

2. Membuka diri untuk menjadi orang yang peka
Mulai sekarang, cobalah untuk lebih memperhatikan keadaan sekitar anda. Baik itu di di bis, stasiun, mall, atau bahkan masjid. Karena semua yang anda lihat itu merupakan inspirasi dari terciptanya sebuah ide bisnis kreatif.

3. Memperluas wawasan
Selain itu, anda juga harus memperluas wawasan anda. Sering-seringlah membaca buku, nonton televisi, browsing, bahkan bermain di sosial media dapat memperluas wawasan kita.

Terapkan ketiga tips ini, dijamin tidak lama lagi anda akan mendapatkan sebuah ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Anda tidak perlu susah-susah menciptakan sebuah ide bisnis yang pertama kali. Karena sekarang sudah bukan zamannya anda menciptakan telepon, listrik, ataupun pesawat terbang. Cukup ciptakan sebuah ide bisnis yang berbeda dan terbaik, maka anda pun akan bisa sukses.

Sumber:
Garry Desler.
http://www.entrepreneurmuslim.com/bagaimana-cara-menciptakan-sebuah-ide-bisnis-kreatif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar